Harta Karun Bernama Milis Penulis Lepas

Beberapa bulan lalu, saya iseng melihat-lihat data milis-milis penulisan di Yahoo! Groups. Saya begitu kaget ketika menemukan fakta bahwa mailing list (milis) PenulisLepas telah menjadi milis penulisanIndonesia yang terbesar(*). Jumlah anggotanya hingga tulisan ini dibuat sudah mencapai 3212. Dalam catatan saya, belum ada milis penulisan yang jumlah anggotanya sebanyak ini(**).

Alhamdulillah, saya sebagai pendirinya merasa sangat bahagia, terlebih karena banyak teman yang memuji milis ini. Mereka mengatakan bahwaPenulisLepas adalah milis yang sangat tertib, diskusi penulisan di dalamnya masih cukup ramai. Memang topik-topik OOT (Out Of Topics) juga banyak. Tapi secara umum, ia masih berada di “jalur yang benar”.

Jika mengingat sejarah awal berdirinya milis PenulisLepas, terus terang saya merasa seperti tak percaya. Awalnya, milis ini saya fungsikan sebagai media komunikasi sejumlah orang yang berprofesi sebagai penulislepas (Yup, itulah sebabnya milis ini diberi nama penulislepas!). Keanggotaannya sangat terbatas, yang diundang hanya orang-orang yang telah kita kenal secara pribadi. Saat itu, saya banyak sekali dibantu oleh sahabat saya,Rini Nurul Badariah.

Sebagai penunjang, didirikanlah situs www.penulislepas.com. Situs inipun awalnya hanya berisi info-info seputar penawaran jasa di bidang penulisan. Intinya, baik milis maupun situsnya adalah murni bertujuan bisnis. Dalam perkembangannya, bisnis yang kami bangun ini tidak berkembang. Kurangnya sumber daya menjadi masalah utama. Maka, baik milis maupun situs PenulisLepas diistirahatkan untuk sementara.

Dalam masa istirahat itu, saya banyak berkomunikasi dengan Bambang Trim, sahabat lama saya yang kini sukses mengelola penerbitan MQS Publishing (dulu saya sempat kaget, karena lewat milis penulislepaslah kami bertemu lagi setelah bertahun-tahun kehilangan kontak). Dari perbincangan dengan beliau, saya akhirnya membangkitkan lagi situs dan milis PenulisLepas, mengubah formatnya menjadi sebuah komunitas penulis di dunia maya. Saya pikir, lebih baik sekarang saya konsen untuk membesarkan komunitasnya. Setelah komunitasnya besar, barulah urusan bisnis bisa digarap secara lebih mudah.

Maka sejak April 2004, milis PenulisLepas pun kembali menggeliat. Coba simak data jumlah posting berikut ini, yang disusun sejak awal berdirinya milis hingga milis ini kembali dihidupkan pada bulan April 2004.

Bulan & Jumlah Posting

Februari 2002 = 7

Maret–2002 = 5

April 2002 = 6

Mei 2002 – April 2003 = 0

Mei 2003 = 1

Juni 2003 – Agustus 2003 = 0

September 2003 = 1

Oktober 2003 = 0

November 2003 = 3

Desember 2003 = 0

Januari 2004 = 2

Februari 2004 – Maret 2004 = 0

April 2004 = 88

Terlihat jelas, kan. Milis ini mulai ramai sejak April 2004. Kini, dalam sebulan rata-rata jumlah posting di milis PenulisLepas mencapai 450 hingga 700-an posting. Bahkan, setiap hari ada sekitar lima orang pendaftar baru. Jumlah anggota yang aktif sekitar 10 persen.

Para anggota milis PenulisLepas tentu punya hobi dan preferensi yangberbeda-beda. Namun seperti halnya kecenderungan para penulis Indonesia umumnya, sebagian besar anggota milis ini lebih tertarik untuk berdiskusi seputar tulisan-tulisan fiksi. Banyak di antara mereka yang rajin memposting puisi atau cerpen. Dan ketika banyak orang yang membahas cerpen tertentu, maka diskusi yang hangat pun tak terhindarkan.

Nuansa dunia sastra memang sangat kental di milis ini, walau sebenarnya PenulisLepas bukan diarahkan sebagai milis khusus sastra. Di sini kita bebas berdiskusi mengenai apa saja yang masih berhubungan dengan dunia penulisan, fiksi maupun nonfiksi.

Secara pribadi, saya sebenarnya masih ingin kembali ke konsep awal milis ini, tentu saja dengan sejumlah perombakan di sana-sini. Saya ingin agar milis ini ramai oleh diskusi-diskusi tentang seluk-beluk bisnis di bidang penulisan. Tapi tampaknya, hanya sedikit anggota milis yang tertarik dengan tema-tema seperti itu.

Tapi tak apalah. Saya menyiasati keadaan ini dengan mencoba mengakomodir semua keinginan teman-teman anggota milis. Saya berpikir bahwa tak ada salahnya membiarkan milis ini menjadi ajang diskusi sastra. Saya bahkan sudah ada rencana (namun belum semuanya terealisir) untuk menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang “berbau” sastra, seperti bedah novel, diskusi penulisan cerpen, dan seterusnya. Bahkan, saat ini milis PenulisLepas sedang menggarap proyek buku antologi puisi yang memuat puluhan karya dari para anggota milis.

Tapi sesuai dengan tujuan awal milis ini, saya tetap punya keinginan agar setiap kegiatan yang diselenggarakan tetap dalam koridor dan semangat wirausaha di bidang penulisan. Sebagai contoh, proyek antologi puisi tidak sekadar media untuk menampung ekspresi para penulis yang ingin sekali karya-karya mereka diterbitkan dalam sebuah buku. Proyekini pun tidak sekadar upaya penulislepas untuk memberikan sumbangsih bagi dunia sastra Indonesia. Namun, lewat penerbitan buku ini, kita juga ingin belajar langsung tentang cara-cara menerbitkan buku, membangun jaringan distribusi, dan seterusnya. Itulah sebabnya, buku ini akan diterbitkan sendiri secara indie label, bahkan distribusinya pun akan ditangani sendiri oleh teman-teman anggota milis.

* * *

Sebenarnya, apa kelebihan milis penulislepas jika dibanding milis-milis sejenis? Tentu saja, saya bukan orang yang paling objektif untuk menjawab pertanyaan ini. Bahkan, secara jujur saya mengakui bahwa masih banyak milis penulisan yang jauh lebih bagus.

Tapi mungkin PenulisLepas memiliki satu keunggulan yang BELUM dimiliki oleh milis-milis penulisan lainnya. Nama “PenulisLepas” adalah nama yang sangat “cantik”. Maksudnya, nama seperti ini termasuk nama yang sangat mudah dilacak oleh mesin pencari seperti Google.com dan sebagainya. Ketika saya mencari di Google dengan kata kunci “penulis”, hasil pencariannya menunjukkan bahwa situs penulislepas.com berada di urutan pertama, sedangkan milis penulislepas berada di urutan ke delapan.

Ini adalah sebuah posisi yang sangat menguntungkan. Hampir semua orang dapat menemukan situs dan milis ini dengan mudah, walau sebelumnya mereka belum pernah mengetahuikeberadaannya.

Ya, prestasi penulislepas sebagai milis penulisan dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia, adalah sebuah kebanggaan. Namun ini tentu menghadirkan tanggung jawab tersendiri bagi saya selaku pendirinya.

Awalnya, terus terang saya belum menyadari hal ini. Sejujurnya saya adalah seorang pembosan. Saya pun pernah bosan mengelola milis penulislepas. Saya sempat vakum beberapa bulan, membiarkan para anggota asyik ngobrol dan berdiskusi tanpa kehadiran saya. Memang saya masih tetap menjalankan fungsi sebagai moderator. Tapi saya hanya bekerja di balik layar.

Kesadaran itu mulai muncul ketika milis penulislepas mengadakan kopi darat (kopdar) untuk pertama kalinya tanggal 16 Oktober 2005 lalu. Saat itulah, saya bertemu langsung dengan sejumlah anggota milis yang selama ini hanya saya kenal lewat posting-posting mereka. Saya mendengar langsung bagaimana mereka sangat antusias untuk berkiprah di milis ini. Mereka menaruh harapan yang sangat besar. Mereka mengatakan bahwa penulislepas adalah komunitas yang sangat berharga dan potensial.

Saat itulah saya tertegun. Ya Allah! Ternyata saya memiliki sebuah “harta karun” yang sangat berharga. Betapa bodohnya saya karena selama ini tidak menyadari hal itu!

Maka, sejak saat itu saya makin serius mengelola milis PenulisLepas. Saya kembali aktif berdiskusi dengan teman-teman yang selama ini saya abaikan. Saya mencoba mengelola milis ini secara lebih serius dibanding sebelumnya.

Dan keseriusan saya makin kuat ketika untuk kedua kalinya milis penulislepas mengadakan kegiatan offline. “Seminar Kiat Sukses Menerbitkan Buku” adalah tajuk yang kami pilih. Sejumlah nama beken pun hadir dalam acara yang berlangsung tanggal 2 Juli 2006 tersebut;

  • Hernowo (penulis produktif yang terkenal dengan teori “Mengikat Makna”),
  • Kinoysan (penulis novel-novel remaja best seller),
  • Joko Mumpuni (direktur penerbit Andi Publisher),
  • Oleh Solihin (penulis buku best seller “Jangan Jadi Bebek”),
  • Yudi Pramuko (penulis yang sukses menerbitkan sejumlah buku secara “indie label”), dan
  • Fan Fan Darmawan (Manajer Promosi penerbit DAR! Mizan).

Dihadiri sekitar 55 peserta, acara ini terbilang sukses dan mendapat pujian dari sejumlah kalangan (termasuk Kang Oleh Solihin dan Pak Joko Mumpuni yang hadir sebagai pembicara).

Tanggal 13 Agustus 2006, acara offline yang ketiga pun digelar. Kali ini hanya acara diskusi internal yang dihadiri oleh tujuh peserta. Lantas, tanggal 24 November 2006 diadakan pula diskusi online via konferensi di Yahoo! Messenger, dihadiri sekitar 50 peserta.

Acara-acara seperti ini memang dijadwalkan secara rutin. Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan keahlian dan wawasan menulis bagi para anggota milis. Namun dalam perkembangannya, baru keempat acara itulah yang berhasil dilaksanakan oleh komunitas penulislepas. Ada sejumlah kendala, seperti sulitnya panitia dalam mengorganisir teman-teman peserta milis. Mungkin saya belum bisa menjadi seorang pemimpin dan “provokator” yang baik, sehingga banyak ide yang selama ini tercetus, namun banyak pula yang gagal terealisir.

Namun terlepas dari hal-hal di atas, saya merasa bahagia, karena milis penulislepas kini menjadi milis penulisan terbesar di Indonesia. Namanya pun semakin diperhitungkan, dan semakin banyak orang penting di bidang penulisan yang bergabung di sini. Ada Bambang Trim, Yanusa Nugroho, Damhuri Muhammad, Kinoysan, Akmal Nasery Basral, Femmy Syahrani, Beni Jusuf, Arul Khan, dan masih banyak lagi.

Adakah keinginan saya yang belum terwujud lewat milis ini? Tentu masih banyak. Obsesi terbesar saya adalah menjadikan PenulisLepas sebagai milis dan komunitas yang kondusif bagi para penulis pemula untuk belajar menulis, dan lahan yang kondusif bagi para penulis senior untuk mengembangkan karir, mencari proyek-proyek baru, dan seterusnya.

Tanggal 15 Februari 2007, genap enam tahun usia milis penulislepas. Selamat ulang tahun milisku tercinta. Kaulah harta yang sangat berharga bagiku!

Jakarta, 7 Februari 2007
Jonru, Pendiri milis PenulisLepas dan website PenulisLepas.com

Tulisan ini sudah dimuat di Ruang Baca Koran Tempo edisi 25 Februari 2007

Tulisan ini pernah dimuat di website PenulisLepas.com versi lama. Namun karena kesalahan prosesur, tulisan ini hilang. Karena itu dimuat lagi di sini.

Keterangan:

*) Memang, ada milis Pasarbuku yang anggotanya sudah mencapai 5970 dan milis Mediacare yang memiliki jumlah anggota 7263 (data 6 Februari 2007pukul 13.38 WIB). Tapi kedua milis ini bukan milis “murni penulisan”. Pasarbuku adalah milis tentang perbukuan, sedangkan Mediacare adalah milis jurnalisme dan pengamat media massa.

(**) Mohon koreksinya jika data ini keliru.

Switch to mobile version