Author Archives:

Kalimat Pembuka dalam Menulis

“Sebenarnya saya mempunyai banyak sekali ide. Tetapi saya selalu kesulitan untuk memulai menulis. Saya kesulitan membuat kalimat pembuka.”

Itu adalah bagian dialog saya dengan seorang gadis asal Kalimantan melalui Yahoo! Messenger beberapa waktu lalu. Seperti biasanya, setiap keingintahuan yang terkait dengan hal ikhwal penulisan, selalu menggelisahkan saya. Selanjutnya, berupaya mencarikan alternatif jawabannya.

Manajemen Ide Tulisan, PD Aja Lagi…

Hai! Sehat hari ini? Amiin.

Kali ini tentang manajemen ide tulisan. Pernah mendengar kata manajemen, kan? Kata para teoritikus, manajemen itu “doing things through other people”. Artinya, melakukan pekerjaan melalui orang lain. Bagi para manajer bisnis, mungkin iya hal ini bisa terjadi. Tetapi, itu tidak boleh berlaku bagi penulis. Tulisan akan kehilangan ruhnya – sebagian atau seluruhnya – apabila sepenuhnya pekerjaan tulis menulis itu diserahkan kepada orang lain.

Ellipse-ellipse Membantu Mengembangkan Ide Tulisan

Hai, apa kabar? Pernah mendengar kata ellipse? Tepat sekali! Itu diajarkan waktu kita duduk di Sekolah Dasar. Ketika itu, guru kita mengajarkan tentang bentuk-bentuk gambar seperti, segi tiga, segi empat, kubus, empat persegi panjang, jajaran genjang, lingkaran, dan ellipse. Ellipse adalah bulatan panjang. Orang sering menyebutnya sebagai bentuk “lonjong”.

Lalu apa hubungannya dengan menulis?

Menulis Itu Bisa Dimulai dari APA lalu MENGAPA

Kebahagiaan meliputi saya saat membuat tulisan ini. Hampir tak sabar rasanya, harus menunggu “hari itu” datang. Yaitu, hari ketika saya diijinkanNYA kembali membagi tulisan lain, setelah tulisan yang pertama kemarin. Ini tentang tulisan saya yang berharga sepuluh juta rupiah.

Sedih ataupun Bahagia, Aku Tetap Menulis

Ini memang sebuah curhat. Tetapi curhat ini adalah curhat motivatif yang khusus saya persembahakan bagi pengunjung PenulisLepas.com. Apabila di antara pengunjung yang sekarang ini masih berpikir tentang “bagaimana agar tulisan itu bisa jadi sebuah tulisan, maka inilah kuncinya. Tidak perlu menunggu kehadiran mood. Thinking about mood, it’s just wasting your time and energy!

Switch to mobile version