Author Archives:

Menulis dengan Tulisan Tangan Lebih Efektif?

Bang Jonru, izinkan saya bertanya satu hal mengenai kegiatan tulis-menulis. Saya adalah seorang mahasiswa semester II  jurusan Sastra Indonesia. Saya bercita-cita menjadi seorang NOVELIS dengan karya-karya novel roman yang diterbitkan di seluruh belahan negara di dunia. Yang jadi pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah saya harus menulis menggunakan pena dan selembar kertas, atau sebuah laptop dengan Microsoft Word?
  2. Lebih cepat menggunakan media apa supaya saya cepat menguasai kegiatan menulis novel?
  3. Banyak orang yang beranggapan bahwa menulis dengan tangan akan membuat si penulis cepat belajar. Apakah itu benar?

Pengirim: Ari Setyawan (20 tahun, Yogyakarta, dari Contact Form)

Minder terhadap Tulisan Orang Lain yang Jauh Lebih Bagus

Saya punya semangat menulis, apalagi sejak mengikuti newsletter gratis dari Pak Jonru. Tapi semangat itu jadi menurun dan rasanya tulisan saya jeleeeeek banget, begitu saya membaca buku atau novel-novel yang bagus. Teori-teori yang saya dapat dari Bapak rasanya hilang semua. Pertanyaan saya: Bagaimana cara menumbuhkan semangat lagi dan gak minder?

Pengirim: Tini (34 tahun, Bandar Lampung, dari Contact Form)

Penulis Identik dengan Kemiskinan?

Saya sebenarnya mau jadi penulis, tapi orang-orang mengatakan menulis tak bisa bikin kaya. Penulis identik dengan kemiskinan. Benarkah demikian?

Pengirim: Joko (25 tahun, Jakarta)

Penulis Harus Berpendidikan Tinggi?

Saya ingin tanya beberapa hal tentang menulis.

  1. Saya punya pengalaman hidup yang layak ditulis. Tapi bagaimana saya memulai menulis?
  2. Saya ingin jadi penulis. Tapi kata kawan-kawan, saya tidak mungkin jadi penulis. Apakah harus punya bakat menulis?
  3. Saya bukan orang yang berpendidikan tinggi. Apakah menjadi penulis harus sekolah tinggi?

Pengirim: AY (19 tahun, dikirim via email)

Dulu Produktif Menulis, tapi Kini Tak Pernah Lagi

Salam kenal Pak Jonru. Sebenarnya menulis bukanlah hal baru buat saya. Sejak SD saya sudah rajin menulis diary. Saat SMP saya aktif ikut pelatihan jurnalistik hingga akhirnya saya dipercaya menjadi tim redaksi buletin sekolah. Kala duduk di bangku SMA saya makin keranjingan menulis. Namun semuanya terasa berhenti dan stagnan saat saya studi di salah satu institut Islam negeri. Hingga sekarang saya tidak pernah melahirkan satu tulisan pun.

Sangat sayang rasanya saat mengingat hal itu. Saya ingin sekali membangunkan kemampuan menulis saya yang sedang mati suri. Saya berharap ada solusi jitu untuk problem saya ini. Terima kasih sebelumnya.

Wassalam

Pengirim:  Nayla Maghfiroh (29 tahun, Sidoarjo, Jawa Timur, dari Contact Form)

Jenis Naskah Apa yang Paling Dicari Penerbit?

Terima kasih sebelumnya saya ucapkan buat tim Jonru. Senang sekali bisa ketemu website ini. Salam kenal dari saya, Diham.

Pertanyaan saya:

1. Jenis naskah apa yang paling dicari penerbit? Takutnya naskah yang dikirim tidak mendapat tanggapan.

2. Apakah tim Anda membantu saya jika dalam tulisan saya nantinya memerlukan perbaikan?

Thanks sebelumnya.

Pengirim: Diham (25 tahun, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dari Contact Form)

Switch to mobile version