Ide tulisan ini berawal dari sebuah diskusi dari Story Teenlit Magazine di Facebook. Seorang teman bernama Mimi Aira bertanya:
Apa yang akan Anda lakukan jika ada sebuah majalah memberitahu kalau cerpen kita akan diterbitkan dengan honor (maaf) minim? Majalah tersebut juga minta untuk menerbitkan cerpen kita setiap majalahnya terbit. Apakah Anda akan terus mengirim tulisan ke majalah tersebut?
Pertanyaan ini dengan cepat mengundang diskusi yang seru dari para anggota group, termasuk para penulis senior seperti Donatus A. Nugroho, Reni Erina, Palris Jaya, Achi TM, dan beberapa nama lainnya.




Agustini Suciningtias


Aridha Prassetya
Badiyo
Erlita Pratiwi
Jonru Ginting
Syasya Azisya

