Tahukah Anda bahwa dunia penulisan di negeri kita ini sangat kontradiktif? Di satu sisi, sebagian besar penulis lebih suka menulis fiksi ketimbang nonfiksi. Artinya, bila seluruh penulis fiksi dan nonfiksi sama-sama produktif menulis, maka stok tulisan fiksi jauh lebih banyak daripada nonfiksi.
Tapi di sisi lain, "lahan" untuk pemuatan tulisan di media cetak lebih banyak tersedia untuk tulisan nonfiksi ketimbang fiksi. Sebagai contoh nyata, coba simak koran langganan Anda. Hitung semua tulisan yang dimuat di sana dalam seminggu. Anda mungkin kaget ketika menyadari bahwa cerpen hanya dimuat satu naskah dalam seminggu, lalu mungkin ada puisi dan cerita bersambung yang porsinya pun tak kalah sedikit. Sementara untuk nonfiksi? Hm, SANGAT BANYAK! Kalau dipersentasekan, mungkin kita bisa mengambil angka 2 persen untuk fiksi, dan 98 persen untuk nonfiksi!
Dari kontradiksi ini, Anda mungkin bisa membayangkan bahwa peluang naskah fiksi untuk dimuat di media cetak jauh lebih kecil dibanding nonfiksi. Maka, bila ada sebuah media yang 50 persen lebih isinya adalah tulisan fiksi, tentu ini adalah berita yang sangat menggembirakan para penulis fiksi.






